Ketika waktu menganjak lalu
Di saat masa berdetik
Aku nertanya pada alam ini
Apa yang terjadi pada ku
Aku merenung jauh
Mengenang krmbli perjanjian cinta
Akan kemekaran nan wangi
Ketika kau pergi
Ketika itu pula waktu menyusul pergi
Aku..aku..menjadi gundah gulana
Nasi berdenyut mengikuti rentak irama
Menunggu……menunggu saat menanti
Datanglah sayang….
Aku butuh kehadiranmu
Karma kini tiada lagi
Tempat mengadu bagi ku
Dalam suka maupun duka
Senyummu,tatapanmu dan sikapmu
Yng selalutidak jenuh di pandang
Bila sang adam menatapmu
semua pasti
Sungguh tak kusangka
Kbalik semua itu
Ku ukir dusta-dusta di hatimu
Ku tutupi hatimu
Dngan segala kepuasanmu seorang
teman…..
baru kali ini ku tersadar
semua ku ketahui,ku kenali
hatimu yang ternyata belumur dosa
cukup kali ini
kau menyakiti seorang lelaki
mungki…kinilah saatnya kau harus tahu
sebenarnya di balik itu
masih tersimpan ketegaran jiwa
teman…
kau yang dulu memberi cahaya dihatiku yang luka
kau yang membuat ku sadar,melangkah dari segala dosa
tetapi ternyata engkaulah “penghinat cinta
Hilanglah cinta yang ku genggam
Olehmu yang berhati hitam
Berlumur noda dan dosa
Mewarnai hidupmu
Kegagalan yang kualami
Saling berlari mengejar kepastian
Walau perih luka hatiku
Namun masih kuat iman di dada
Cintamu membuatku lara
Kasihmu membuatku kecewa
Sakit mencekam di dada
Kau yang kusayang telah berdusta
Ilahi…
Ampunilah dosa hamba
Masih adakah pintu maafmu
Untuk hambamu ini
Sanggupkah aku ???
Ketika ku terdiam dalm sepi
Terlintas bayanganmu
Seraut wajah yang aku rindu
Yang membuat hatiku selalu beku
Semua yang kau miliki terasa indah bagiku
Seakan membawaku pergi kea lam khayal
Drimu selalu lekat di mataku
Ingin ku tepiskan tentagmu
Tapi ku tak mampu lakukan itu
Tatapan itu…
Membut hatiku jadi bimbang dan ragu
Mungkinkah impianku jadi yang terbaik bagiku…?
Jika mungkin.
Oh tuhan…..
Pertemukan aku kembali dengannya
Karena kerinduan ini sangat menyiksa hatiku
Setiap saat dan setiap waktu…
Kala hati saling menyakiti
Kala bibir saling terkunci
Mata indah menatap menghina
Mampukah diri hidup begini
Seakan kehadiran tiada arti
Bukan abadi yang kuharap
Bukan setia yangku damba
Tapi
Hanya sebuah cinta dan kasih sayang
Senyum dan canda tawa
Yang dulu pernah menghias kita
Shobatku..
Mangapa tiada sepatah kata kau ucapkan
Adakah kekeliruan diriku
Yang membuatmu berubah
Oh tuhan….
Senyumannya bukan lagi untukku
Cintanya bukan lagi aku
Mengapa..oh mengapa
Ku harap kau mengerti dan maafkan aku…
Bila ajalku telah tiba
Segala hilaf yang ku perbuat
Mungkin
Hari ini
Hanya satu keinginan
Menghapus dosa dan noda
Tuk mencapai hati nurhani bersih
Ku bertanya kepadamu
Siapa manusia yang tak berdosa?
Siapa manusia yang tak tercela?
Siapa pula manusia yang terhidar
Dari keilafan?
Mungkin dengan satu pengorbanan
Hatimu kan terbuka dan sadar
Dengan segala perbuatan
Nafas terakhir khan terasa
Dosa dan siksa khan terhapus
Kembali bersih seperti kain kafan
Hilanglah beban penderitaanku
Hidup ini terasa sepi dan sunyi
Bila hanya berteman mimpi
Mimpi yang tak pernah menjadi kenyataan
Setiap gerak dan langkahku
Senyum ini selalu ku tebarkan
Walau penderitaan dan kelukaan hati
Akan ku simpan dalam bak kalbu diri
Oh tuhan…
Harus kah penderitaan ini ku tanggung seorang diri?
Haruskah senyum ini sellalu menjadi senyum kehancuran?
Kapankah penderitaan ini
Mungkin semua ini sudah takdirku
Yang harus ku jalani seorang diri
Tanpa merasakan secuilpun kebahagiaan
Dan…
Mungkin ku bawa sampai jasat terbujur
Senyum ini..
Panuh dengan segala kehampaan
Tapi senyum ini selalu ketebarkan
Agar tidak satu orangpun tahu
Tentang penderitaan batin ini..
Bila malam merambat kelam
Kembali hati ini resah dan gelisah
Di temani alunan malam di kegelapan
Yang mnyaksikan kehampaanku
Malam…..
Engkaulah yang selalu menemaniku
Bila ku resah kecewa dan lara
Dengan secercah sinar yang kecil
Menyimpan dan menampung
Cerita dan kisah yang kandas
Ya allah tuhanku
Kuatkanlah imanku
Dikala aku akan goyah
Lindungi aku
Di saat aku lemah
Ampuni aku
Di saat ku salah dan hilaf
Semua hidup ku dan matiku
Kuserahkan di tangnmu.
Ku genggam harapan hidup
Ku jalani mimpi-mimpi yang belum nyata
Ku lalui cobaan yang datang dan pergi
Namun...
Mengapa penderitaan ini belum berakhir
Satu persatu beban yang ku bawa hilang
Tumbuhlah lagi beban yang lain
Kini aku lelah......
Harus menghadapi
Kenyataan yang tak berpihak padaku
Oh kenyataan.......
Itulah dirimu
Membuat orang menangis dan tertawa
Tapikini kau bawa aku
Ke dalam tangis yang tak dapat ku hapus
Hembusan nafasku masih terasa
Jantungku berdetak
Nadiku berdenyut
Entah mengapa raga dan jiwaku telah mati
Aku lelah hadapi kenyataan ini
Semua ”ASAKU” terkubur
Oleh kenyataan pahit ini
Aku tak sanggup lagi
Tetesan pena tentang kebenaran
Tak kau percayai
Bersatunya cinta dan kasih di hatiku
Tak kau yakini
Kasih sayang dan cinta
Tak kau mengerti
Kesetiaanku telah kau ragukan
Lalu....
Apalah arti kebersamaan ini
Keraguan di hati semakin memuncak
Karena jarak dan waktu
Penghalang cinta selama ini
Harus ku buktikan dengan apa??
Segala cinta di hati
Bila keraguan ini selalu kau hadirkan
Mengisi kesetiaan yang suci
Di sinar keindahan yang berkedip
Tuhanku....
Beri dia yang tersayang
Hadirkan dia yang ku rindu
Berikan senyuman manisnya untuk ku
Agar aku selalu bahagia memandangnya
Tuhanku....
Rintihan ke ricauanku
Tak kuasa aku menahannya
Hingga mengalir air cinta yang suci
Dan menerjang yang jadi penghalang
Yuhanku...
Lindungilah dia
Kuatkanlah hatinya
Juga berikan keyakinan untuknya
Karena aku begitu cinta dan menyayanginya
Kaki terasa keluh tuk melangkah
Bimbang dalam dada hanya cobaan
Aku hanya bisa ter manggu dalam lamunan
Yang kian menggerogoti jiwa
Yang memebaca aku dalam langkahnya
Jeriji menghalangi pandangan
Anak duri menghalangi kakiku
Tapi....
Hanya satu ragaku
Hanya satu dalam jiwaku
Aku ingin berlindung padamu
Dalam kuasamu aku bersujud
Kedamaian....
Ketenangan lahir batin...
Ingin ku rahi semua itu
Tuhan....
Akankah kutemui rasa itu
Selamat berpisah wahai pujaanku
Hanya itu yangdapat ku ucap
Walau aku enggan melepaskan
Namun semua harus terjadi
Biar ku tatap wajah riang
Yang membuat aku tergoda
Biar ku pandang binar mata
Yang membuat aku terlena
Biar ku lihat canda tawa
Yang membuat aku bangga
Untuk terakhir kali
Ku harus rela melepas
Segalanya
Segala rasa
Segala cinta
Segala setia
Segala damba
Segala rindu
Dan segala galanya
Yang mampu membuka mata
Angin di larut malam
Serta terang cahaya rembulan
Membuat aku terkenang masa silam
Masa yang terlalu manis untuk di lupakan
Tetapi terlalu pahit untuk di kenang
Kamu genggam erat jemariku
Kamu bisik kata kata cinta
Kamu lantunkan kata rindu
Dan kamu
Ucapkan kata ”setia”
Hatiku terasa damai dan bahagia
Dimana kita saling mengisi kekosongan
Dimana kita saling melepas rindu
Dimana kita merasa rindu bila jauh
Dan kenyaplah rindu itu ketika kita bertemu
Namun sayang...
Semua itu hanya mimpi masalalu
Yang datang dan mengusik tidurku
Aku menangis terisak
Kini kau jauh dariku..
Lewat hembusan malam yang sunyi
Aku hembuskan semua perasaan dan keinginan
Menguikir harapan
Demi cinta dan kesetiaan
Sayang.................
cinta ini akan ku bawa
sampai ahir nanti
cinta takkan ku lepaskan
dari gengaman yang begitu erat
cinta ini........selalu dan slalu mengisi hatiku
TUHAN...
Tuntunlah diriku ini
kejalanMU yang lurus
karna tanpa pertollongan mu
diriku lemasdan goyahuntuk membawa ”cinta dan kesetiaan”ini
pada dia yang slalu ada dihati
Ku ingat patah katamu
Rasa sayang dan cintamu untuk ku
Untuk kini da selamanya
Khan kusimpan selalu dalam relung hatiku
Ku percaya………..
Akan ketulusan hatimu
Yang selama ini kau lukiskan
Hanya untuk
kusayang.......
kulihat cinta di matamu
cinta sejati yang slalu bersemi
takkan munggin ku lupakan di dalam hari hariku
mengertilah sayang
rindu dan cintamu hanya untukmu
takkan terbagi lagi
walau cinta yang lain hadir tukku
ku mohon pada yang kuasa
di tiap lembar dan do’a ku
agar cinta kita abadi selamanya
didunia dan ahirat
cinta dan kesetiaanku tak akan pernah pudar
Pedih hatimu lebih pedih hatiku
Sakit hatimu lebih sakit hatiku
Cinta yang selama ini kita pertahankan,kita jaga
Tak dapat kita teruskan lagi
Kita telah roboh dan hancur
Bersimbahlah air mata dan penyesalanku
Haruskah aku menyesali percintaan ini
Yang semakin lama menyiksa batinku
Walau berulang kali ku coba
Tuk bertahan atas semua yang terjadi
Tapi...mungkinkah semua dapat abadi...?
Pedih hari ini lebih pedih hari nanti
Sakit hari ini lebih sakit hari nanti
Untuk itu”hapuslah namaku dalam hatimu
Hapuslah kisah kisah yang kita lalui berdua
Lupakanlah janji yang pernah terucap
Malam jadilah kau saksi kini ku sendiri
Tanpa cinta dan sayangnya lagi
Selamat jalan kekasih
Selamat tinggal cintaku
Hari berganti,bulan berlalu
Diriku sendiri disini
Menanti cintaku datang
Seperti hari itu
Janji yang kita rajut brdua
Diriku ndisini sunyi dan sepi
Termenung digelapnya malam
Mengenang semua kenangan
Bunga bunga cinta
Yang sampai kini
Masih tersimpan rapi dalam ingatanku
Cinta.............
Yang slalu mendukung diriku
’tuk melangkah pasti
demi suksesnya cinta dan cita kita berdua
dengarkanlah bisikan ku yang terahir
slalu kutunggu dirimu
kembaliuntukku
smua penantian dan kerinduan
semoga
Kasih………….
Bulan purnama berdesir terang
Agin pun berdesir mengalun
Seiring hiasan bintang malam kejauhan
Kembali hati ne resah dan gelisah
dalam penantian tiada menentu
kehendak slalu bertangnya
“maniskah kasih sayang kita nanti?!”
Munkinkah terjadi lukisan sketsa
Sebuah keharmonisan dari” cinta”
Kini....................
Desa beruntuh menagih rasa yang dalam
Disini aq hanya dapat
Merintih,menjerit,menyayat
Menggenggam kesetiaan
Bulan penantian nan rawan

0 komentar:
Posting Komentar